ceritanya begini, saya sudah lama
menggunakan jasa salah satu ISP (yang sampai saat ini masih saya pakai)
untuk warnet saya. kebetulan saya mengambil paket dedicated, dimana
dengan biaya (normalnya) sekitar satu juta-an,
saya mendapat kecepatan 512 kbps untuk speed internasional (IX) dan 3
mbps untuk lokal (IIX), dedicated. tapi seiring dengan penggunaan jasa
ISP tersebut, rasa di rasa service yang diberikan semakin hari semakin
aneh (payah-red), di mulai dari youtube yang tadinya cepat jadi
lambaatttttt sekali (konsonan dan vokal terakhir sengaja saya buat
banyak, karena memang lambatnya bukan main), gmail, google, juga ikut
melambat. akhirnya saya coba
cari tahu kenapa ini bisa terjadi. saya coba tanya pada bagian NOC soal
ini, mereka hanya bilang “maaf mas, kalo untuk percepat youtube harus
upgrade teknologinya lagi.” saya bingung arti dari “upgrade” disini apa,
jadi ya saya agak sedikit percaya dan kecewa karena tidak ada upaya
dari pihak ISP untuk memperbaiki kesalahan kesalahan yang terjadi.
sampai ketika beberapa waktu lalu, terjadi disconnect yang panjang,
mungkin sekitar 2-3 hari, warnet saya pun akhirnya terpaksa tutup. ibu
saya pun marah marah, semuanya pun dimarahin, dari mulai saya, CS dari
ISP, orang NOC, karyawan saya, oke, cukup. ibu saya mungkin memang
hobinya ngomel :p
kemudian akhirnya kami meminta dari pihak ISP mengadakan maintenance pada sisi client. mungkin saja yang error
dari mikrotik atau radio p2p. dan benar saja, ternyata menurut petugas
lapangannya memang terjadi kesalahan di tunneling IP (kalo tidak salah)
pada sisi client (router) setelah memang terjadinya kesalahan di jaringan backbone di pusat.
sebelum petugas pulang orang tua saya me-wanti-wanti karyawan saya
untuk menanyakan beberapa masalah yang memang jadi kendala di warnet
kami. dan dari sini saya cukup tahu, kesalahan sepertinya terletak pada bandwith.
mereka (mungkin) tidak punya entah itu biaya atau mungkin benar
teknologi penyokong untuk dapat bandwith internasional yang memadai
untuk browsing.
dari sini, eh mungkin beberapa hari sebelumnya saya sudah memutar
otak bagaimana supaya kecepatan internet warnet saya kembali yahudd.
saya lihat bandwith lokal (IIX) saya 3 mbps-an sudah sangat cukup untuk
akses up-down-load. tapi untuk IX ? kacawww. iseng iseng saya coba
berspekulasi, kalo saya koneksikan jaringan IIX saya dengan server
negara tetangga yang dekat, mungkin akan merubah fungsi dari speed IIX saya menjadi IX. salah satu caranya adalah dengan mem-ping beberapa server di negeri tetangga, yaitu malaysia, singapore,
dan filipina. kenapa saya bisa berspekulasi sedemikian rupa? karena
saya pernah bertanya pada teman saya di filipina, katanya dia bayar
bulanannya sekitar 300-500 ribuan (saya lupa) tetapi bisa mendapat
bandwith sekitar 3mbps dedicated, bukan dynamic.
dan ternyata benar lagi (hehehe intuisi saya kuat soal teknologi
yah :p), ada satu server yang menerima jaringan IIX saya, yaitu di
singapore, data center telin.
telin itu sendiri adalah telkom indonesia internasional. jadi, untuk
beberapa data center di singapore itu ternyata punya jaringan langsung
(direct) menuju ke indonesia. pantes ngacir….
oke, hipotesis saya kalo sampai bisa tunnel
via server sana kecepatan IIX saya akan berfungsi juga sebagai
kecepatan internasional. semacam proxy gitu lah ya. apa itu proxy? saya
nggak mau bahas proxy, cari saja sendiri di google, jangan malas :p
saya mencoba mencari beberapa VPS murah meriah tetapi untuk server2
di data center telin paket paketnya cukup tinggi, harganya diatas 15$
semua, amsyong dah segitu mah.
alhasil saya menemukan satu VPS yang cukup ideal dari spec maupun
harganya. dan akhirnya saya berhasil men-tunnel jaringan saya ke server
sana dan spekulasi saya benar, speed internasional saya menjadi 3
mbps-an. cihuyyy
oke sekarang saya akan jelaskan cara memperbaiki koneksi dengan tunneling.
Pemilihan Server
untuk server yang akan di jadikan sebagai tunnel, perlu
diadakan pengecekan server tersebut apakah terhubung oleh jaringan
langsung. ciri cirinya adalah ketika kita koneksikan, kecepatan sama
dengan ketika kita ping server lokal (detik, kaskus, indowebster, dll).
untuk mengukur kecepatannya bisa dengan mem-ping ip server tersebut.
biasanya pihak penyedia VPS memberikan IP untuk ping test agar calon
pembeli dapat mengetahui latency antara jaringannya dengan server, atau
bisa juga pihak penyedia server memberikan link download test file untuk
mengetahui kecepatan download. ini jauh lebih akurat ketimbang dengan
ping. perlu di ingat, bahwa mempercepat koneksi disini adalah hanya
merubah kecepatan IIX (yang biasanya lebih jauh cepat dari IX) agar juga
berfungsi sebagai IX.
pada kasus ini saya menggunakan windows xp, jaringan dedicated 512kbps int’l dan 3 mbps lokal, ratio 1:1.
untuk aplikasi ssh server biasanya sudah terpasang secara default
karena ssh merupakan tools ter-enteng dan termurah untuk bisa terkoneksi
dengan vps vps dengan memori kecil. pada kasus ini saya menggunakan
server ram 256 mb / 512 mb. dengan 1 Ip public dan OS Ubuntu 10.04
(untuk pemula sebaiknya menggunakan ubuntu agar mempermudah pada
instalasi baik itu dependencies atau pun software – software yang di
butuhkan)
SSH Client
untuk applikasi SSH ada beberapa pilihan, yaitu bitvise, putty,
atau mungkin bisa juga dengan openssh linux dengan menggunakan cygwin
pada windows. tetapi untuk kali ini, saya akan menggunakan bitvise
sebagai ssh client saya.
anda bisa mendownload bitvise pada situs resminya disini. pilih yang ssh client.
kemudian setelah berhasil menginstall kira kira penampakan launching pertama seperti ini
isi bagian host dengan IP dari server yang telah kita siapkan
sebelumnya, untuk port gunakan yang default saja, 22. untuk username
karena asumsinya server yang kita siapkan tadi khusus di gunakan untuk
ssh tunnel, maka gunakan saja akun root.
pada tab option, hilangkan centang pada kolom open terminal dan open sftp agar terminal dan ftp tidak diperlukan muncul setiap kali konek ke server.
pada kolom service, centang fungsi SOCKS5 menjadi enable, Kemudian isi kolom listen interface dengan ip default localhost, yaitu 127.0.0.1
kemudian isi kolom Listen Port dengan port yang diinginkan untuk di gunakan sebagai proxy, saya pribadi biasanya menggunakan port 8080 dimana defaultnya 1080.
pada kolom SSH centang pilihan zlib pada bagian compression. ini agar koneksi yang digunakan di minimalisir sehingga irit kuota. kemudian klik tombol Login
akan muncul notifikasi tentang pembuatan host key baru, klik accept dan save. saat ini anda sudah berhasil membuat tunnel ssh yang terhubung dengan server anda di jauh sana :D
kemudian minimize/close ssh clientnya, tetapi jangan klik exit
karena itu akan mematikan service ssh yang saat ini sedang berjalan.
cukup klik close atau minimize pada pojok kanan atas.
kemudian selanjutnya setting applikasi anda agar terhubung dengan
tunnel yang barusan di buat. saya akan buatkan contoh pada mozilla
firefox. buka firefox, buka menu Tools–>Option–>Advance–>Network–>Settings.
centang manual proxy, isi kolom HostSOCKS Dengan
Ip localhost, yaitu 127.0.0.1 dengan port yang sebelumnya telah di atur
pada ssh client, pada kasus ini 8080. hapus kolom no proxy for. klik OK.
apabila langkah langkah diatas dilakukan dengan benar, harusnya ssh
tunnel telah berjalan dengan baik. cara sebelumnya juga berlaku untuk
applikasi socket lainnya, walaupun ada beberapa applikasi yang tidak
ditemukan kolom setting proxynya, sehingga membutuhkan applikasi pihak
ketiga seperti proxifier .
sebagai tambahan, walaupun judul artikel ini mempercepat koneksi dedicated, bukan berarti pasti tidak berhasil pada dynamic.
apabila anda pengguna Ip dynamic (modem GSM, router ADSL) sebaiknya
juga mencoba trik yang saya di atas. karena intinya bukan masalah
dedicated / dynamic, tapi soal routing, IX atau IIX. cepat atau tidak.
Selama mencoba



0 komentar:
Posting Komentar