Pages

Subscribe:

.

2 Desember 2013

Keutamaan Jujur dan Bahaya Dusta dalam Perkataan dan Perbuatan

 

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلىَ البِرِّ وَإِنَّ البرَّ يَهْدِيْ إِلىَ الجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتىَّ يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِيْقاً, وَإِيَّاكُمْ وَالكَذِبَ فَإِنَّ الكَذِبَ يَهِدِى إِلىَ الفُجُوْرِ وَإِنَّ الفُجُوْرَ يَهْدِي إِلىَ النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيتَحَرَّى الكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كذاباً. (رواه مسلم)

TERJEMAH HADITS:
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Wajib atas kalian berlaku JUJUR, karena sesungguhnya JUJUR itu menunjukkan (pelakunya) kepada kebaikan, dan kebaikan itu menunjukkan kepada Surga. Seseorang senantiasa JUJUR dan berusaha untuk selalu JUJUR sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat JUJUR. Dan jauhilah oleh kalian sifat DUSTA, karena
sesungguhnya DUSTA itu menunjukkan pelakunya kepada keburukan, dan keburukan itu
menunjukkan kepada api Neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan berusaha untuk selalu berdusta sehingga ia ditulis disisi Allah sebagai seorang pendusta.” (SHOHIH. Diriwayatka oleh imam Muslim no. 6586).

BEBERAPA PELAJARAN PENTING DAN FAEDAH ILMIYAH YANG DAPAT DIAMBIL DARI HADITS INI:

1. JUJUR dalam setiap perkataan n perbuatan termasuk akhlak terpuji yang dicintai dan diridhoi Allah ta'ala dan manusia.

2. Hukum JUJUR adalah WAJIB bagi setiap individu muslim dan muslimah.

» Hal ini berdasarkan firman Allah ta'ala: (Yaa Ayyuhalladziina Aamanuttaqullaaha wa Kuunuu Ma'ash-Shoodiqiin)

Artinya: "Hai orang-orang yg beriman bertakwalah kalian kepada Allah, dan jadilah kalian bersama orang-orang yg JUJUR." (QS. At-Taubah: 119).

» Dan jg berdasarkan hadits di atas.

3. Orang mukmin yang JUJUR ialah orang yang perkataannya sesuai dengan perbuatan dan isi hatinya.

4. JUJUR termasuk sebaik-baik sebab yang mengantarkan seorang hamba ke dalam Surga, sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam di dalam hadits shohih di atas.

5. Orang yg JUJUR termasuk orang yang diberi nikmat oleh Allah dan akan dikumpulkan bersama para Nabi, orang-orang mati syahid, dan orang-orang sholih di dalam Surga.

Hal ini berdasarkan firman Allah ta'ala (yang artinya):

"Dan barangsiapa taat kpd Allah n Rasul-Nya, maka mereka akan dikumpulkan (di dalam Surga) bersama orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah dari kalangan para Nabi, orang-orang yang selalu JUJUR, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang sholih." (QS. An-Nisa':  69).

6. JUJUR dalam transaksi jual beli merupakan sebab datangnya keberkahan rezeki dari Allah. Demikian sebaliknya, DUSTA akan menghilangkan keberkahan rezeki.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (yang artinya): "Dua pelaku transaksi jual beli mempunyai hak khiyar (melangsungkan atau membatalkan transaksi jual beli) selagi keduanya belum berpisah dari majlis (tempat akad jual beli). Jika keduanya bersikap jujur dan menerangkan cacat (yakni tidak menutupi kekurangan) yang ada pada barang dagangannya, maka transaksi jual beli mereka berdua diberkahi Allah. Namun, jika keduanya berdusta dan menutupi cacat barang dagangannya, maka dihilangkan oleh Allah keberkahan akad jual beli mereka."

7. JUJUR dalam menulis artikel ilmiyah serta menshare ilmu kepada orang lain melalui berbagai media seperti BB, FB, Website/Blog dengan mencantumkan sumber rujukan (referensi)nya akan mendatangkan keberkahan pada ilmunya, karena itu termasuk bentuk amanah ilmiyah.

Sedangkan DUSTA dalam hal itu semua dengan copy paste dari karya tulis orang lain yang ada di situs-situs internet, buku terjemahan dsb, dengan menghilangkan nama penulisnya dan menggantinya dengan nama dirinya (spt: Oleh ustadz Fulan, By Abu Fulan) atau dengan merubah judulnya tanpa seizin penulisnya akan mengurangi atau bahkan menghilangkan keberkahan pada ilmunya, karena itu bukan termasuk amanah ilmiyah, dan menurut para ulama hadits, bahwa yang demikian itu disebut Sariqoh (pencurian karya ilmiyah milik orang lain), atau sebagian orang menyebutnya sebagai PLAGIAT. Dan ini hukumnya HARAM.

8. DUSTA merupakan sifat buruk yang sangat dibenci oleh Allah dan manusia.

9. Wajib bagi kita mengajarkan sifat JUJUR dlm setiap urusan dunia dan agama kepada diri kita, keluarga kita dan kaum muslimin secara umum.

10. Wajib bagi kita memperingatkan diri kita, keluarga kita dan kaum muslimin secara umum dari bahaya DUSTA di dunia dan akhirat.

11. DUSTA termasuk sebab utama yang menjerumuskan pelakunya ke dalam siksa api Neraka.

12. DUSTA merupakan salah satu sifat orang Munafik.

Hal ini berdasarkan hadits shohih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu; bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Tanda orang munafik itu ada 3, yaitu:
» Apabila berbicara, ia berdusta.
» Apabila berjanji, ia ingkari.
» Apabila diberi amanah, ia berkhianat. (SHOHIH. Diriwayatkan oleh imam al-Bukhari & Muslim).

13. Berdusta bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kedustaan berikutnya.

14. Berdusta bisa menyebabkan terjadinya perpecahan dan permusuhan di antara kaum muslimin.

15. Manusia yg paling JUJUR kepada Allah dan Rasul-Nya adalah AHLI TAUHID dan ITTIBA' (yang senantiasa mengikuti tuntunan Nabi shallallahu alaihi wasallam) daalm masalah Aqidah, ibadah, manhaj, akhlak dan adab, mu'amalah, dakwah, dsb.

Sedangkan manusia yang paling DUSTA adalah orang-orang musyrik dan kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dengan menentang hukum syari'at yang ada di dalam Al-Quran Al-Karim dan As-sunnah An-Nabawiyyah yang Shohih.

Demikian beberapa pelajaran penting dan faedah ilmiyah yang dapat kami sebutkan dari hadits shohih ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Dan semoga Allah ta'ala menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang selalu bersikap JUJUR dalam setiap perkataan, perbuatan dan keyakinan. آمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ .

0 komentar:

Posting Komentar